Selasa, 16 Desember 2008
KALAU MEMANG KAMU DITAKDIRKAN UNTUK MENJADI KEKASIH JIWAKU
Tuhan pasti kasih aku kekuatan untuk bahagiakanmu
Buat kamu ngakak, senyum simpul, kecanduan mesem
Kamu harus percaya itu
Seperti kamu mempercayai Surga
Seperti kamu mempercayai Matahari, Bulan, dan Bintang
Kalau memang aku ditakdirkan tercipta dari rusuk emasmu…rusuk terbaikmu
Tuhan pasti kasih kamu kesanggupan untuk melindungiku
Menjagaku siang malam
Menempatkanku (ditempat yang) terbaik
Memujaku spanjang waktu
Kamu harus percaya itu
Seperti kamu percaya adanya Tugu Monas
Seperti kamu percaya adanya Tugu Pahlawan, Menara Pisa, dan Menara Eiffel
Senin, 10 November 2008
Tombone ati..........
Kerinduan itu seperti angin Mas,
Berlarian kesana-kemari
Mencari-cari
Bahkan untuk sekian waktu
Seakan-akan telah melupakanmu
Pada kenyataannya aku masih mencari-cari
Temukan aku
Yang sedang berusaha menemukanmu
Menemukan kita
Seperti yang dulu
KANGMAS 1
Ada disini
Untuk waktu-waktu,
Dan selama ini
Yang terbuang
Saatnya tlah sudah memaafkanmu,
Memaafkan diriku sendiri,
Memaafkan kita
Mulai mengambil sikap
Tunggu aku,
Dalam keadaan bagaimanapun kamu
Walau hanya tuk sekedar aku ingin tahu
"Bagaimana keadaanmu?"
KANGMAS 2
Berikut ini adalah garis kehidupan yang telah terlewati
Yang mempertemukan kau dgnku. Ditempat itu. Ruang bisu. Langit ragu.
Namun hanya kamu yg mengerumuni. Mungkin sebaliknya juga.
Hanya nama2mu yg kutulis semenjak saat itu.
Puisi sajak dungu. Berani hanya diatas kertas. Mana pernah kutahu Kehilanganmu bakal semenyakitkan ini?
Tampang getir hati berdebar.
Membusuk jawab mereka namun rindu.
Mencari2 celah bertemu.
Aku ingat dilorong itu kau berjalan lesu, dan
menoleh serta tersenyum seolah hendak memanggilku .
Batas mentok kedunguanku. Kenapa tak mengejarmu?
Mana pernah kutahu kehilanganmu bakal semenyakitkan seperti ini?
Minggu, 05 Oktober 2008
Ungkapan Seorang Sahabat
Disaat bintang dan bulan bersanding
disitulah kebahagiaan akan terwujud
Disaat bunga tumbuh disatu batang
disitulah ada kekuatan
Jangan pergi
sahabat......
Aq butuh kebahagiaan dan kekuatan darimu
Saat langit gelap, bulan masih menerangi
disitulah angin akan berhembus
menemani setiap langkah qt
dan tetaplah disampingku
untuk melangkah bersama dalam kehidupan ini.
Yang jelas Persahabatan itu seperti " Tangan dan Mata "
Saat tangan terluka mata menangis
dan Saat mata menangis tangan menghapusnya
( seperti yang pernah saya ungkapkan & Kang " adi " coretkan tempo hari )
dan Yang pasti bahwa Persahabatan itu selamanya
akan bermakna seperti :
- Sebuah kasih membuat qt sayang
- Seucap janji buat qt percaya
- Secuil luka membuat qt kecewa
- Setitik harapan membuat qt bertahan
Atau mungkin lebih pas disebut dengan Sahabat Sejati kali ya.., 'tul gak Kang adi.
Salam buat orang2 terkasih anda n slm kompak & kangen 'tuk teman2 semuanya...
Jagalah Hati, Lisan & Sikap QT
Hilal Syawal masih tersisa, beduk takbiran dan indahnya Ramadhan jadi kenangan
semoga Taqwa terpatri disanubari,
pancaran iman jadi pedoman.....
Izinkanlah kami mohon maaf atas :
lisan yang tak terjaga, sikap yang menyakitkan,
hati yang berprasangka, janji yang terlupakan.......
Kanthi lembahing manah lan adidhasar kinamulan esthiningtyas,
nyuwun samodro pangeksami..
Ngaturaken " Sugeng Riyadi, mugi rahayu tansah hamemayu hayuning bawana "......
Terselip khilaf dalam canda,
tergores luka dalam tawa,
terbesit pilu dalam tingkah laku,
tersinggung rasa dalam bicara......
Dan masih banyak lagi kata-kata yang indah terajut begitu sempurna sehingga
membuat mata hati qt larut dalam kata2 atau kalimat2 tersebut.
Sungguh luar biasa makna dari kata / kalimat2 itu..
seakan qt tak akan beranjak dari suasana "Ramadhan sampai Iedul Fitri" nan agung ini
tapi yang namanya bulan penuh berkah, penuh ampunan itu hanya sekali dalam setahun
sehingga qt sebagai umat Nya, harus pandai2 untuk memanfaatkan dibulan tersebut,
agar qt dapat pahala yang disebut "Lailatul Qadar" pada bulan yang penuh berkah, ampunan dan suci itu.
seperti yang tertulis diatas, bahwa Indahnya Ramadhan tinggal kenangan
dan hilal syawal tak terasa sudah berjalan 5 hari
suasana lebaran masih berbau dengan kentalnya
dan sebentar lagi.............
tingkah laku qt akan berubah atau masih tetap seperti hari kemarin.................?
atau lisan qt masih seperti dulu selalu menyakitkan orang lain.................?
atau mungkin hati qt masih seperti dulu penuh dengan sya' wasangka
( selalu negatif thinking ) terhadap orang lain........?
janji yang terucap apa masih terlupa seperti hari-hari kemarin.......?
Allahualam.....hanya Allah yang tahu.
Yang jelas dan yang penting qt sebagai ummatNYa wajib hukumnya untuk merubah semua sikap, perilaku dan prasangka terhadap orang lain, dan qtpun berharap agar bisa bertemu lagi dibulan yang penuh rakhmad, ampunan dan penuh berkah..di tahun yad..amin..,
semoga..... dan semoga Iman dan Taqwa qt menjadi pedoman serta terpatri dalam sanubari.....selamanya.
oke....sukses selalu untuk QT semua, aamiiieeen ..........ya rabbal alamiieen.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum,
Shiyamana Wa Shiyamakum,
" Selamat Iedul Fitri 1429 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin "
Wassalamualaikum wr wb.
Kamis, 25 September 2008
jumpa teman

Minggu, 21 September 2008
Informasi Blog
Kamis, 18 September 2008
KUNJUNGAN Bpk AYAk...AYAK .... AYAK.... WAE
Malamnya ketemu temen-temen, memang disini banyak temen2 sama-sama ompreng jadi yah ngumpul dan beberapa saatkemudian saya dateng ke guesthause, biasa ketemu beliau itu sapanya ayak..ayak.. waenya yang keluar, saya bilang dasar urang garut. Beliau beliau nginap sampai besoknya.
Keesokan harinya beliau ketemu bos besar ane dan ngobrol dan beberapa saat kemudian beliau pergi ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi. Eh... tau-taunya pulang dari Dinas beliau langsung pulang ke Sukamandi dan tidak ketemu ane lagi. Sore hari ada telp dari beliau dan sudah dekat BDA Sukamandi. Alhamdulillah dalam hati saya tenyata sudah sampai dan selamat kembali ke baraknya. Demikianlah sedikit cerita tentang kunjungan WI kita ke Pl.Ratu ternyata beliau duluan dateng yaitu dalam rangka Evaluasi bagi yang pernah mengikuti pendidikan di BDA Sukamandi.
Maulana, yang di kidul
Kagem Kang " ADI "
punten...gimana wartanya....
apa masih bingung.....
atau masih ngelamun.....nich,
atau masih ngambul.......
Memang kenapa dengan mang dindin, kang...
ada masalah tho......
nggak usah dipikirin dech.....kang
biar berjalan apa adanya aja, kata orang-orang sich.......
biar mengalir seperti air gitu....
kita cuman bisa melakukan
masalah keberadaan kita, aktivitas kita,teerruuus....... dllnya serahkan aja pada yang diatas seperti...
langit biru, awan putih..........
mungkin juga burung yang lagi terbang diangkasa.......ya nggak
katanya jangan dijadikan beban.....
jangan tertutup,
dan keberadaan kita, aktivitas kita adalah " hak " kita
benarkan kang adi.
masih puasa nich.....
oke, met puasa dech..salam buat teman-teman semua
Rabu, 17 September 2008
SUKA dan DUKA
Senin, 15 September 2008
Napak Tilas OL
Tapi tunggu dulu, ini bukan tempatnya untuk cerita soal perjalanan dinas atau membahas laporan perjalanan dinas, he he he... Tapi saya pingin berbagi sedikit cerita yang ada kaitannya dengan OL kita dulu (tepatnya beberapa waktu lalu !)
Selepas acara/kegiatan utama yang dipusatkan di kawasan Pantai Labuan (Kab. Pandeglang), saya masih punya kesempatan untuk tinggal di Ibukota propinsi karena memang harus melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas KP Propinsi. Nah, kesempatan ini yg tidak saya sia-siakan....
Sewaktu kita OL di Serang dulu (sekali lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), hampir tidak ada kesempatan untuk 'meng-explore' kota Serang, khususnya makanan khas setempat. Maklum waktu itu khan acara kita sangat padat, bahkan terlalu padat. Padahal salah satu 'ritual' yang tidak pernah saya lewatkan kalau berada di suatu tempat yang baru adalah 'mencicipi' hidangan khas setempat. Sebenarnya ada juga niatan untuk mengusulkan ke panitia diklat agar kita punya kesempatan untuk 'makan bersama' di luar hotel dengan acara yang sedikit rilex setelah melewati 3 hari yang sangan berat di Serang. Tapi, rasanya sulit untuk dapat diwujudkan, lha wong urusan kertas 4 rim aja jadi ribet, apalagi kalo traktir makan 40 orang (maaf... maaf... sekali lagi maaf !).
Berdasarkan informasi awal, berikut adalah makanan khas yang di sekitar Kota Serang: sate bandeng, nasi uduk sum-sum, empal daging kebo (kerbau), termasuk duren diantaranya. Pernah sekali mencoba untuk mencari panganan khas tersebut di sekitar hotel, namun sekali lagi karena keterbatasan waktu, saya yang ditemani 3 wanita cantik peserta Diklatpim 410 hanya berhasil menemukan beberapa potong kue serabi saja. Malam berikutnya (sekitar jam 1 malam) saya ditemani 1 wanita cantik lainnya yang juga peserta diklatpim 410 mencoba lagi peruntungan, namun yang ditemukan hanyalah 'índomie rebus'. Tapi karena kelaperan, terpaksa lah diembat juga, he he he... nasib... nasib.
Nah, kesempatan kembali ke Serang semakin menambah saya penasaran, meskipun sudah masuk bulan puasa. Sesampainya di Kota Serang, strategi pertama adalah check-in di hotel yang dulu (lagi-lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), Hotel Wisata Baru. Tapi ada yang beda di sana sekarang. Hotel itu tengah dalam proses renovasi, terutama di bagian tengah. Kalo gak salah itu deretan kamarnya Sonta sampai Kusdiantoro. Tapi karena alasan untuk nostalgia, saya putuskan untuk tetap nginap di situ dan mengambil kamar yang paling belakang, itu di deretan kamarnya Pak Nasrul Bansos. Mudah-mudahan sidang pembaca masih ingat saat mereka asyik ber-electon-an sampai pagi sambil bikin laporan OL kelompok.
Kembali ke soal makanan. Setelah acara ta'jil di hotel, saya putuskan untuk mulai lagi explore panganan di sekitar situ. Dan... akhirnya saya putuskan untuk santap sate bandeng dan empal daging kebo. Tempatnya gak terlalu jauh dari jalan raya dekat hotel, cuma jarak 'seperokok-an' saja. Ternyata, sate bandeng itu memang lumayan juga nikmatnya.... apalagi disantap setelah seharian menahan lapar puasa :)).
Singkat cerita, tuntaslah penasaran dan dendam saya terhadap cita-cita yang belum terlaksana sewaktu OL beberapa waktu lalu. Alhamdulillaahi robbil áalamiin... Gozi so samadesta !
Ya, Allah mudah-mudahan Engkau masih memberikan kesempatan kepada hamba-Mu ini untuk dapat menikmati lagi panganan khas yang lezat di tempat lainnya. Amiin.
posted by
Rofi
Minggu, 14 September 2008
Malam Keakraban. Siapa Sangka
Siapa sangka, kalau diantara ribuan malam sepanjang hidup, atau selama 43 hari PIM410, ada satu malam yang sangat istimewa, sangat berkesan, dan penuh kenangan. Itulah malam keakraban. Malam dimana bertemunya seluruh peserta PIM410 dengan Panitia dan Widyaiswara.
Siapa sangka, kalau malam keakraban yang tak pernah tertuang dalam agenda, hanya dengan rencana spontan dan penuh dengan dinamika, mepet waktu karena menjelang Bulan Ramadhan, mepet dana karena hampir habis, bisa terwujud dengan sukses. Itu berkat kebersamaan PIM410.
Siapa sangka, kalau alat musik (drum, gitar, bass, akustik dan organ) yang biasanya nongkrong di ruang rekreasi, bakal berpindah dalam waktu yang singkat ke ruang makan, hingga menjadi alat bantu dalam malam keakraban. Itu juga kekompakan yang ditunjukan oleh PIM410.
Siapa sangka, kalau Gusti Ayu (sory Mas Gustiawirman) yang biasa melawak di kelas dan Mba Ipung (sory Mba Purwaningsih) yang biasanya menjadi tukang pijit keliling, ternyata keduanya mampu menjadi pembawa acara (MC) dengan baik. Itulah salah satu potensi yang terpendam dari PIM410.
Siapa sangka, kalau Dewan Suro I (maaf Pak Dirjo) yang biasanya lebih banyak diam dengan wibawanya dan Dewan Suro II (maaf Pak Maulana) yang konon telah sukses dalam Observasi Lapangan (OL) ternyata mampu menjadi pelawak dan mengundang tawa. Itulah kelebihan keduanya.
Siapa sangka, kalau malam keakraban akan dihadiri oleh hampir semua Widyaiswara (WI) dan Panitia. Padahal pada malam keakraban Diklatpim angkatan sebelumnya hanya dihadiri oleh satu atau dua orang WI dan Panitia. Itulah dewi fortuna bagi PIM410. Itu juga yang menjadikan malam keakraban sangat meriah.
Siapa sangka, kalau Pak Untung Widodo bakal menjadi aktor terbaik pada malam itu, karena telah menjadi pengiring lantunan lagu-lagu dari Pak Yusuf Sugilar, Panitia serta peserta PIM410 hingga menjadi meriah. Itulah kepiawaian beliau selama ini dalam memacu PIM410. Terima kasih, You are our hero.
Siapa sangka, kalau Mas Ganef yang konon selalu teguh dengan wibawanya (sory Mas, itulah pangdanganku) mampu melantunkan lagu angin malam (maaf kalau judul itu salah) dengan merdu, padahal tanpa persiapan sedikitpun. Itulah potensi yang terpendam darinya. Halo Mas, nanti rekaman.. ya.
Siapa sangka, kalau Bang Nasrul yang biasanya lantang bicara soal Bansos, dan dengan gaya tangannya yang tak pernah henti turut bicara, ternyata mampu melantunkan lagu dengan merdu, lalu memaksa Bu Ati yang cantik (Maaf ya.. Bu) turun ke arena. Itu pula potensi darinya. Eh.. Bang Nasru ! Ada hati... ya ? He.. heh...
Siapa sangka, kalau Oom Basri yang konon punya staf cantik-cantik dan kini mendapat julukan Eber (sory Oom), diminta turun ke arena untuk bernyanyi, dan ternyata dia tidak mampu bernyanyi, tapi dia mampu bercerita dan mengundang tawa, hingga suasana bertambah meriah. Itulah dia, Oom Basri.... Met tugas lagi... ya. Jangan lupa, bagi-bagi.. ya stafnya.
Siapa sangka, kalau peserta lainpun (Pak Sofian, Pak Hery, Oom Erick dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) ternyata mampu unjuk kepiawaiannya menanyikan lagu-lagu daerah, berjoged dengan gaya masing-masing. Itulah spontanitas dari malam keakraban.
Siapa sangka, kalau malam keakraban, telah dijadikan ajang photo bersama. Masing-masing peserta berusaha mendekatkan diri dengan peserta lain, bersentuhan badan dan wajah. Tentu saja semua akan menjadi kenangan sepanjang hidup, dan sebagai pernyataan bahwa kita pernah bersama, bercanda, tertawa, menjalin kasih, sayang dan cinta.
Selamat berpisah kawan-kawan yang baik hati, selamat bertugas kembali. Semoga apa yang telah kita jalani akan menjadi pondasi dalam membangun masa depan. Ingat hidup ini masih panjang, masih banyak angan-angan, cita-cita dan harapan. Semoga kita bisa bertemu di PIM tiga..... Amin.
Sukses selalu buat kita (Usni Arie)
